//Skip to content
"Dan lelah ini ,menyuruhku untuk berhenti melakukan hal yang sia-sia. Contohnya: Mencintaimu."
Aku menyerah, bukan karena kalah. Aku menyerah, bukan karena tidak mampu. Aku menyerah bukan karena tidak ada usaha. Aku perempuan, tak seharusnya aku memulai semuanya lebih dulu. Tapi aku menyerah karena aku lelah. Dan lelah ini-lah yang menyuruhku unuk berhenti. Mulai terasa lelah aku bertahan, terlalu lama terabaikan.
Well, aku mendapatkan perhatian lebih darinya. Tentu saja itu sesuatu yang kuinginkan darimu. Sesuatu yang seharusnya ada pada dirimu.
Aku memang sama sekali 'belum' tertarik padanya. Tetapi jika ia memberiku perhatian lebih dari apa yang kubutuhkan, kuinginkan?
Mungkin memang tak seharusnya aku berharap lebih padamu. Pun tak seharusnya aku menyayangimu.
Usaha. Hanya itu yang ingin kulihat. Tapi aku sama sekali tak melihatnya darimu. Itu sebabnya aku memutuskan untuk berhenti. Aku berhenti... Dan aku selesai...
Sekitar 3 tahun yang lalu...
Beberapa minggu setelah Masa Orientasi Siswa di sekolahku selesai. Berawal dari ia meminjam bukuku, entah untuk apa saat itu dan ia menemukan sebuah tulisan pada bagian belakang bukuku, "Something About Lola."
Kemudian ia bertanya, " Kamu suka SAL?"
"Kurang lebih seperti itu," jawabku.
"Saat ada acara, dari gerejaku menyanyikan salah satu lagunya," lanjutnya.
"Ohya? Yang apa?" tanyaku.
"Aku kurang ingat, tapi sepertinya The Best Part of Writing A Song is To Name It," jawabnya.
"Wow, hafal?" tanyaku lagi.
"Ya, sedikit," jawabnya ringan.
"Boleh catatkan liriknya untukku?" pintaku.
Ia hanya mengangguk. Kemudian kuberikan ia buku dan bolpoint dan kubiarkan ia menulis di bukuku.
"Terima kasih, Mita." kataku setelah ia selesai mencatatkannya untukku. Ia hanya tersenyum...
Itu hanya sebagian kecil tentang bagaimana awal pertemananku dengan Lupi Paramita (lupiparamita.blogspot.com), hingga sekarang.
Aku menganggapnya lebih dari seorang sahabat, lebih dari harga yang harus kubayar, lebih dari sesuatu yang harus kujaga dan kurawat...
Apapun kisahku, ia selalu terlibat di dalamnya. Begitu-pun sebaliknya.
Tinggal menghitung hari, kurang dari 2 bulan kedepan aku dan dia akan jarang bertemu, tidak lagi sesering sekarang atau-pun 3 tahun lalu...
Kuharap kita akan tetap seperti ini...
"Pertemuan denganmu sebuah kebetulan -tentu saja bukan kecelakaan- kau diluar rencanaku. Menggembirakan diri."