Monday, 22 July 2019

226 #1

menjadi gabung,
jiwaku landung,
selamanya gandrung.
kekasihku,
aku ingin menyimpan jari manisku rapat-rapat,
agar cintamu pudat —tak pudar.
pada yang lingkar, tresnamu mengakar,
pada yang lingkar, kau-aku berkelakar.
menjadi sirine pada pagi hari di pipi,
menjadi gurih pada petang di bibir,
menjadi suam pada malam hingga fajar.
bahwa menjadi junjungan itu sulit, tapi kau selalu bisa banyak hal,
dan aku akan jelma menjadi induk beras yang handal.



Juli 2019
Share:

Friday, 19 July 2019

#peralihan

malam ini, kami mengeja kecamuk di hati hingga sisa-sisa luka mengering dan pulih,
badaimu kutukar dengan kalimat, "selamat tidur, mimpi burukmu segera tamat."
ruamku yang mengendap, habis kau singkap.
kita sama-sama terluka,
sama-sama mencari penawarnya.
pada titik ini,
kau-aku telah pulih,
menjadi jiwa baru yang jernih,
pada akhir sekaligus awal,
kau telah bersumpah menjadi pengayom,
menjadi manggala,
untukku dan trah atas namamu.

"saling sangga, saling sungga. oleh ilah, telah alih."

20 Juni 2019
Share:

Memeluk Kenyataan

kepada yang hatinya pernah murka,
ijinkan jiwamu menjadi penyembuh, hingga waras dan kembali utuh.
yang tak adil di masa lalu,
yang tak sesuai ingin di masa dulu,
yang belum sejalan dengan rencana-rencana,
biarkan tetap ada,
untuk tinggal hingga tanggal.
jangan jatuhkan air matamu sia-sia,
ia berharga, beri ruang pada masa penuh suka cita.
tak ada yang sulit dari merelakan sakit.
jiwamu akan biru jika kenyataan kau peluk berpadu.
kau berharga.
kau berharga.
kau berharga.
peluklah hidupmu mesra.
tak ada yang berhak melepasnya,
kecuali kebebalanmu akan abadinya luka.

Semarang, 24 Mei 2019.
Share: