Thursday, 27 November 2014

Lukapa

Gemuruh di dalam hati
Mambikin mati
Pelan namun pasti
Serasa telah tersedia peti

Keping ini tetap kepunyaanmu
Puing ini tetap hak milikmu
Namun jiwa ini serasa sendu
Raga ini tak lagi gebu

Mencinta memang harus luka hingga lupa



Semarang, 23 November 2014
Kucing tidur di meja dapur.
Share:

Wednesday, 19 November 2014

Tuhan Akan Mempertemukan Kita dengan Cara yang Tak Terduga

Tuhan akan mempertemukan kita dengan cara yang tak terduga
Dengan tengokan kepala yang mengarah bersama
Dengan dentingan tawa yang tak sengaja tercipta
Dengan sapuan mata yang saling menyapa

Tuhan akan mempertemukan kita dengan cara yang tak terduga
Dengan pelukan dihiasi haru
Dengan isakan penuh rasa rindu
Dengan rajutan yang tiada ragu

Tuhan akan mempertemukan kita dengan cara yang tak terduga
Dengan aroma hujan di jendela kamarmu
Dengan desau angin yang menerbangkan rambutmu
Dengan kecupan dingin yang memeluk tubuhmu

Tuhan punya berjuta cara,
Tentang bagaimana kelak kita berjumpa.



Semarang, 18 November 2014
Mendung di sudut rundung.
Share:

Thursday, 13 November 2014

Rebah

Jika mata adalah jendela menuju jiwa
Maka bibir adalah tabir menuju takdir
Jika nafas adalah kanvas
Maka hidup tak lagi redup

Setiap tapak
Telah memiliki jejak

Ada yang memilih singgah
Hingga betah
Pun sebagian memilih pindah
Mungkin lelah

Tentang episode selanjutnya
Tuhan telah memegang skenario yang tak ada dua


Semarang, 13 November 2014
Hidup tak sekadar degup.
Share:

Penjawab Doa

Setiap tetes peluh
Yang menetes tanpa keluh
Di balik baju lusuh
Tak pernah jenuh

Dalam gemuruh subuh
Dalam gerakan tubuh
Mengucap pinta pada Sang Mahaacuh

Hingga segala terbuka
Serasa asa semakin jelas terasa
Semakin terjangkau mata
Semakin tergapai hasta


Semarang, 13 November 2013
Di balik asap rokok sebelum bobok.
Share:

Kamuflase

Kau hanya penyeduh
Bukan peramu
Kau hanya penikmat 
Bukan pembuat

Seperti sekat yang makin menguat
Merasakan pahit padahal sedang makan cokelat
Merasakan sakit padahal sedang sangat sehat

Semakin banyak bangsat yang menjelma malaikat


Semarang, 13 November 2014
Catatan di suatu siang gersang, di persimpangan lengang.
Share:

Senyap

Hujan membawa bayangmu
Bau tanah setelahnya membuatku merenungkan rindu
Nadi dan denyut tak lagi deru

Kita enggan sua
Sebab bara tak lagi nyala
Dan lagu tak lagi merdu

Ada tragis dalam tangis
Namun seringkali tak terlukis
Ingin rasanya habis
Namun tak ada yang membuat manis

Karena hanya sebuah pelukan
Yang mampu meredam sesenggukan


Semarang, 13 November 2014
Angin mati kicau pergi.
Share: